oleh

AKP Oka: Kesadaran Masyarakat Masih Minim dalam Berkendara

RENGAT (HR)-Operasi Zebra Muara Takus 2019 yang dilaksanakan dan telah berakhir 5 November 2019 di kabupaten Indragiri Hulu menemui fakta mengejutkan. Angka pelanggaran aturan Lalu Lintas masih tinggi dengan meningkatknya intensitas pelanggaran selama operasi berlangsung.

“Kesadaran masyarakat masih minim dalam berkendara, tegas Kasat Lantas Polres Inhu AKP Oka M Syahrial SIK.

Dijelaskannya, pada operasi yang sama tahun 2018 lalu, jumlah pelanggaran hanya 786, sementara pada tahun 2019
ini Polres Inhu menemukan jumlah pelanggaran sebanyak 1.705 pelanggaran dengan tren peningkatan 919 kasus atau 117 persen dan Inhu berada diperingkat ketiga di Riau setelah Kampar dan operasi yang dilakukan langsung oleh Polda Riau.

Sementara untuk tindakan yang dilakukan dengan penilangan juga ada peniingkatan dari tahun 2018 sebanyak 616
tilang, sementara tahun 2019 sebanyak 1.310 tilang (694) atau 113 persen.

Sementara mitu dilihat dari tindakan lain yang dilakukan sebagai upaya peringatan saja, dilakukan teguran
terhadap 395 pengendara. Jumlah ini meningkat 132 persen dari tahun sebelumnya yang hanya 170 teguran.

Pelaksanaan penilangan terhadap pelanggaran Lalu Lintas yang dilakukan oleh Sat Lantas Polres Inhu

Dijelaskannya, pelanggaran terbanyak didapat diantaranya tidak memiliki kelengkapan surat surat, SIM dan STNK.
Padahal dua kelengkapan adminsitrasi berkendara tersebut sangat penting dimiliki oleh para pengendara.

Untuk SIM, tentunya sebauah bukti kompetensi seorang pengendara layak memngendarai sepeeda motor. “KIta tidak tahu, ketika kendaraan dikendalikan dengan kecepatan tinggi, sementara belum lagi layak mengendarai, tentunya akan berakibat fatal bagi pengendara tersebut. Ketidakpahaman pada rambu rambu dan lainnya bisa jadi penyebab Laka Lantas.

Begitu juga dengan STNK yang harusnya menjadi bukti kepemilikan kendaraan. Jika itu tidak ada, maka tentunya akan menyulitkan untuk membuktikan kepemilikan jika terjadi kehilangan kendaraan atau lainnya.”Maka dari itu surat kendaraan sangatlah penting untuk dimiliki untuk mencegah hal hal negatif yang bisa saja timbul, tegasnya lagi.

Kasat menghimbau kepada masyarakat, jangan ketaatan tersebut timbul karena adanya Polisi yang melakukan operasi atau tindakan lainnya. Justru seharusnya kesadaran tersebut lebih meningkkatkarena untuk keselamatan diri sendiri dari masyarakat.

“Keselamatan bukanlah tergantung pada Polisi. Keselamatan ada pada diri sendiri, tambahnya.

Kedepan, Kasat mengatakan akan terus gencar untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang aturan dalam
berkendara dan berlalu lintas. Tetap laksanakan tindakan refresif, preventif dan lainnya dalam rangka
Kamsebtibcar Lantas ( keamanan, keselamatan ketertiban, dan kelancaran lalu lintas ) adalah situasi dan kondidsi
penggunaan lalu lintas merasa baik dengan atau tanpa kendaraan ; merasa aman karena terbeban dari rasa ketakutan, tidak adanya ancaman hambatan maupun gangguan kapan saja dan dimana saja.

 

Penulis: EBP

Comments

Berita Terbaru