oleh

Jampidsus: Kualitas Penanganan Korupsi di Riau Harus Ditingkatkan

PEKANBARU (HR)-Penanganan tindak pidana korupsi (tipikor) oleh pihak Kejaksaan di Riau telah berjalan sesuai koridor yang berlaku. Kendati begitu, kualitas penanganannya harus lebih ditingkatkan lagi.

Demikian diungkapkan Jaksa Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung RI, M Adi Toegarisman,  usai memberikan pengarahan di hadapan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Riau, Uung Abdul Syakur, dan seluruh pejabat dan Jaksa Bidang Pidsus Kejati Riau.

Pengarahan itu juga disampaikan kepada seluruh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) dan Kepala Seksi (Kasi) Pidsus Kejari se-Riau. Kegiatan itu dilaksanakan di aula Kejati Riau, Senin (11/11).

Dikatakan Jampidsus, kegiatan itu merupakan agenda rutin dalam rangka evaluasi dan supervisi kinerja jajaran Pidsus di Riau. Selain itu, dirinya juga menyampaikan konsep yang saat ini tengah dikembangkan Kejagung termasuk dalam penanganan tipikor.

“Kita membawa konsep sesuai konsep yang kita kembangkan di gedung bundar (Kejagung, red) selaku Jampidsus. Yaitu, penanganan perkara yang berkualitas,” ujar Jampidsus.

Penanganan perkara berkualitas yang dimaksudnya adalah dengan memperhatikan seluruh aspek penanganannya, termasuk proses yang dilakukan.

“Penegakan hukum tidak hanya berbicara tentang hukum materiilnya. Tidak hanya soal berapa orang yang dihukum, berapa didenda. Tapi proses untuk sampai ke sana itu, harus dilalui dengan proses yang benar,” jelas dia.

Karena menurutnya, muara dari penegakan hukum itu harus mencerminkan rasa keadilan, dan kepastian hukum. Selain itu, juga harus memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat.

“Pokoknya semua aspek sisi penanganan tindak pidana korupsi harus dimaksimalkan,” tegas Jampidsus.

Dia juga menyoroti soal upaya pengembalian kerugian keuangan. Menurut dia, hal itu merupakan hal utama yang harus dilakukan.

“Pengembalian kerugian keuangan negara, itu sebenarnya angle utama dari penanganan tipikor. Korupsi itu kan kehilangan keuangan negara, ada pelaku kejahatan yang mengambil keuangan negara. Tugas utama penanganan tipikor itu bagaimana uang negara yang hilang itu bisa dikembalikan,” beber M Adi Toegarisman.

Saat disinggung soal penanganan tipikor oleh institusi Kejaksaan di Riau, Jampidsus mengatakan hal itu sudah berjalan sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang berlaku. Namun hal itu, katanya, belum cukup, dan harus ditingkatkan lagi.

“Saya dorong supaya tidak cukup dengan sedemikian rupa saja. Ke depan harus jauh lebih meningkat dari seluruh aspek, termasuk terkait kualitas penanganan perkaranya,” tegas Jampidsus.

“Termasuk perilaku penegak hukumnya. Saya bilang, anda punya kewenangan, tapi pantang untuk arogan. Hukum itu membawa warna perubahan kepada masyarakat. Kalau tidak begitu, kita pesimis untuk berhasil dalam penegakan hukumnya,” sambungnya menutup.

Reporter: Dodi Ferdian

Comments

Berita Terbaru