oleh

Anies Baswedan Dinilai Lakukan Pembangkangan

 

JAKARTA (HR)- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan hadiri Reuni 212 dengan menggunakan pakaian seragam dinas aparatur sipil negara (ASN). Hal ini menimbulkan pro-kontra dan polemik.

Sebelumnya, Menteri PAN-RB Tjahjo Kumolo sudah melarang ASN terlibat dalam acara yang diprakarsai Persaudaraan Alumni (PA) 212 itu.

Atas apa yang dilakukan Anies itu, mantan Mendiknas itu disebut telah melakukan pembangkangan terhadap pimpinan sekaligus tak menggubris larangan dari Tjahjo Kumolo.

Terlebih, kehadiran Anies saat itu lengkap dengan seragam dan atribut ASN.

Demikian disampaikan pengamat politik Maximus Ramses dikutip dari Rakyat Merdeka (Jawa Pos Grup-PojokSatu.id).

“Sekarang tinggal bagaimana tindakan Kemenpan RB,” kata Ramses.

Bahkan, Direktur Eksekutif Lembaga Analisis Politik Indonesia (L-API) ini menegaskan, Anies justru tak perlu hadir dalam acara itu.

Alasannya, acara Reuni 212 itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan pemerintahan.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghadiri Reuni 212 dengan mengenakan seragam dinas ASN. Foto RMOL

“Justru kehadiran dia di sana malah memberi preseden buruk terhadap Anies,” papar dia.

Tak hanya itu, Ramses juga menyebut, bisa saja kemudian akan timbul berbagai persepsi.

“Bisa jadi Anies dipersepsikan sebagai bagian dari Reuni 212 itu,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Anies Baswedan memenuhi undangan untuk menghadiri Reuni 212 di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, Senin (2/12).

Anies datang dengan mengenakan pakaian dinas ASN. Dalam kesempatan itu, Anies juga mendapat sambutan dari peserta aksi.

Saat hendak memberikan sambutan, peserta Reuni 212 meneriaki Anies Baswedan dengan panggilan “Presiden! Presiden! Presiden!”.

Dalam sambutannya, Anies menyatakan pemerintah DKI fokus pada pembangunan infrastruktur dan memberikan keadilan kepada masyarakat.

“Kami bukan sekadar ingin membangun infrastruktur fisik, justru yang menjadi perhatian adalah kami ingin menegakkan dan menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh warga Jakarta,” kata Anies disambut tepuk tangan.

Anies menyoroti berbagai ketimpangan di berbagai aspek yang disebutnya sebagai masalah mendasar.

“Ini salah satu masalah mendasar, ada ketimpangan, berbagai aspek. Karena itu semuanya yang ada di sini, mari kita tunjukkan, untuk kita hadirkan persatuan maka harus ada keadilan,” tambah Anies.

Anies tak menjelaskan bagaimana langkah konkret untuk menangani masalah ketimpangan di Jakarta. Namun ia menyebut tantangannya selalu ada.

“Di Jakarta, kita merasakan, tantangannya tidak pernah berhenti. Keramaiannya tidak pernah berhenti,” katanya.

“Tapi InsyaAllah, kebisingan itu tidak akan mengganggu semua ikhtiar untuk menghadirkan keadilan di Jakarta,” tandas Anies.

 

 

Sumber: gelora/eka

Comments

Berita Terbaru