oleh

Jamaluddin Tewas Dibunuh, Perkara yang Ditangani Dilimpahkan ke Hakim Lain

HALUANRIAU.CO – Perkara yang ditangani Jamaluddin telah diperiksa untuk dilimpahkan kepada hakim lain. Sebagaimana diketahui Jamaluddin adalah seorang Hakim di Pengadilan Negeri Medan yang meninggal dunia akibat dugaan pembunuhan.

“Pemeriksaan berkas-berkas peninggalan beliau. Berkas perkara kan harus berjalan. Tadi ada 16 berkas, nanti akan dilanjutkan hakim lain,” kata Wakil Ketua PN Medan, Abdul Aziz, Selasa (3/12).

Abdul Aziz tidak dapat merinci apa saja dan jumlah perkara yang sedang dan telah ditangani Jamaluddin. Dia menyatakan, seorang hakim PN Medan bisa memeriksa 250 hingga 300 perkara dalam setahun. Sekitar 65 persen di antaranya perkara narkoba. “Tapi setelah kita lihat memang tidak ada yang menonjol,” sebut Abdul Aziz.

Dia mengaku tidak mengetahui aktivitas Jamaluddin selain sebagai hakim. “Kalau saya pribadi saya tidak tahu. Setahu saya dia selaku hakim. Kalau beliau punya usaha lain, saya tidak tahu,” ucapnya.

Sebelumnya, Ketua PN Medan, Sutio Jumagi Akhirno, juga mengatakan, pihaknya telah menelusuri perkara yang tengah ditangani Jamaluddin.

“Saya sudah menelusuri lewat anggota majelis yang lain, apakah ada terdeteksi soal kasus yang menarik perhatian, potensial, berat atau ke arah itu. Majelis menyatakan tidak ada perkara yang ada teror, ancaman, apakah rentan unjuk rasa,” sebut Sutio, Senin (2/12).

Tangani Perkara Pidana sampai Hubungan Industrial

Jamaluddin selama ini banyak menangani perkara, mulai pidana, perdata, niaga, dan hubungan industrial (PHI). Dia juga termasuk majelis hakim anak. Namun, menurut Sutio, semua perkara diperlakukan sama, tidak ada istilah besar atau kecil.

Majelis juga memutuskan perkara dengan kolektif. “Hakim itu kan ada tiga atau lima, memutuskan perkara tidak bisa sendirian. Harus musyawarah. Yang saya dengar (almarhum) biasa saja. Dan kalau bermusyawarah dengan majelis hakim tidak kaku,” sebut Sutio.

Seperti diberitakan, Jamaluddin yang juga menjabat Humas PN Medan ditemukan tak bernyawa di jok tengah mobil Toyota Land Cruiser Prado dengan nomor polisi BK 77 HD. Kendaraan mewah berisi jasad hakim PN Medan itu didapati di jurang pada areal kebun sawit di Desa Suka Dame, Kutalimbaru, Jumat (29/11).

Bagian depan mobil ringsek karena menghantam pohon sawit. Airbagnya juga terbuka.

Jasad Jamaluddin telah diautopsi di RS Bhayangakara, Medan, Jumat (29/11) malam. Jenazahnya kemudian dibawa untuk dimakamkan di Nagan Raya, Aceh, Sabtu (30/11).

Kapolda Sumut, Irjen Pol Agus Andrianto, kemudian menyatakan Jamaluddin kemungkinan dibunuh. Pelakunya diduga ‘orang dekat’.

“Kayaknya tidak jauh. Sementara dugaan kita orangnya tidak jauh,” ucapnya di Lapangan Merdeka, Medan, Minggu (1/12). (lia/merdeka)

Comments

Berita Terbaru