oleh

Minimalisir Kematian Satwa Liar, BBKSDA Bersihkan 170 Jerat di Kawasan Konservasi

PEKANBARU (HR)-Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau melakukan pembersihan jerat di kawasan konservasi dan hutan di wilayah kerjanya. Hasilnya, 170 jerat berhasil dibersihkan dalam kegiatan yang bersandi Operasi Jerat 2019.

Ratusan jerat itu dibersihkan dalam kurun waktu kurang dalam 1 bulan. Dimana dalam operasi tersebut, BBKSDA Riau menggandeng Direktorat Pencegahan dan Pengamanan Hutan dan CIWT UNDP.

Dikatakan Kepala BBKSDA Riau, Suharyono, kematian satwa liar di Provinsi Riau dalam tahun terakhir ini menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Penyebab utamanya adalah adanya konflik dengan manusia, serta perburuan satwa liar.

Salah satu model perburuan satwa liar itu, kata dia, dengan pemasangan jerat dalam kawasan hutan.

“Dengan dalih memasang jerat untuk Babi Hutan, akan tetapi kebanyakan yang menjadi korban jerat adalah satwa liar dilindungi undang-undang, seperti Gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus), Harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae), Beruang (Helarctos malayanus), Tapir (Tapirus indicus) dan jenis lainnya,” ujar Suharyono, Minggu (8/12).

Disebutkannya, dalam tahun 2018 hingga 2019, Gajah Sumatra yang terkena jerat 4 ekor, Harimau Sumatra 3 ekor, Beruang 2 ekor dan Tapir 2 ekor. Jerat-jerat itu terpasang di dalam kantong Giam Siak Kecil, Kerumutan dan Zamrud.

“Dengan banyaknya jerat dalam kawasan hutan, kita (BBKSDA Riau,red) bekerja sama dengan Direktorat Pencegahan dan Pengamanan Hutan dan CIWT UNDP mengambil langkah cepat melakukan operasi jerat di kawasan konservasi dan kawasan hutan di sekitarnya di wilayah kerja Bidang KSDA Wilayah 1 dan 2,” lanjutnya.

Menurut dia, operasi jerat ini bertujuan untuk membersihkan jerat-jerat yang terpasang dalam kawasan hutan dan sekitarnya. Ini dilakukan untuk meminimalisir kematian satwa liar, serta pencegahan perburuan.

Operasi jerat dilaksanakan mulai tanggal 25 November 2019 hingga 7 Desember 2019 kemarin, yang terbagi dalam 8 tim operasi jerat.

“Hasilnya, kita telah membersihkan sebanyak 170 jerat dalam kurun waktu tersebut,” kata dia.

Dirincikannya, Tim 1 Lanskap Kerumutan Utara Kecamatan Teluk Meranti, Pelalawan, membersihkan 4 buah jerat, Tim 2 Lanskap Kerumutan Selatan Kecamatan Kuala Cinaku, Indragiri Hulu (Inhu) membersihkan 7 buah jerat, dan Tim 3 Lanskap Giam Siak Utara Kecamatan Talang Muandau, Bengkalis 30 buah jerat.

Lalu, Tim 4 Lanskap Giam Siak Selatan Kecamatan Sungai Mandau, Siak 36 buah jerat, Tim 5 Lanskap Kerumutan Utara Kecamatan Kerumutan, Pelalawan 21 buah jerat, dan Tim 6 Lanskap Kerumutan Selatan Kecamatan Rengat, Inhu 8 buah jerat. Berikutnya, Tim 7 Lanskap Bukit Batu Kecamatan Bukit Batu, Bengkalis 34 buah jerat, dan Tim 8 Lanskap Zamrud Kecamatan Dayun, Siak 30 buah jerat.

“Kegiatan operasi jerat ini cukup efektif dan diketahui model jerat yang semakin variatif,” pungkas Suharyono.(dod)

Comments

Berita Terbaru