oleh

Satpol PP Jangan Panas di Awal Saja

PEKANBARU (HR)- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pekanbaru meminta pihak Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru untuk bersikap tegas dengan menerapkan sanksi terhadap tempat karaoke keluarga yang menjual minum beralkohol (minol).

Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru, Tengku Azwendi Fajri, lantaran beberapa waktu lalu ada penemuan ratusan botol minuman alkohol yang didapat dari salah satu karaoke keluarga. “Kita ingatkan Satpol PP jangan panas di awal tahun saja, kalau memang ingin tegakkan aturan bukan hanya itu saja (karaoke keluarga, red) yang lain juga ikut ditertibkan, apalagi jika izin dengan operasional tidak sesuai maka harus ditindak,” Jawab Azwendi, Senin (13/1).

Minuman beralkohol, sebut dia, tidak bisa diperjual belikan secara bebas, bahkan setiap pelaku usaha hiburan termasuk karaoke harus mendapatkan izin usaha perdagangan minuman beralkohol. “Terkait dengan minuman alkohol ini tentunya harus ada rekomendasi dari Disperindag, karena ada izin khusus dan jika ini dilanggar harus ditertibkan secara profesional,” ulasnya.

Dalam hal pengawasan harus dilakukan secara terus menerus, tujuannya agar pelaku usaha tertib dengan aturan yang ada. Sebelumnya, tempat karaoke, Koro-koro di Jalan HR Soebrantas tak luput dari razia. Di tempat ini, Satpol PP menemukan ratusan botol Minol dengan kadar alkohol di atas 5 persen. Menurut aturan, tempat yang menyediakan minol dengan kadar alkohol di atas 5 persen, wajib membayar pajak.
Namun, saat razia pengelola tidak bisa menunjukkan kelengkapan administrasi penjualan alkohol. Untuk itu, Satpol PP mengangkut 99 minol yang dipajang serta 8 kardus minol dari gudang Koro-koro yang berada di lantai 5.
“Razia hari ini kita amankan 3 wanita dan 1 pria. Ada juga minuman beralkohol sebanyak 231 botol,” kata Kepala Satpol PP Kota Pekanbaru Agus Pramono.

Agus menyebut, razia yang dilakukan lebih kepada memeriksa perizinan tempat hiburan itu. Kata dia, jika administrasi tempat hiburan itu lengkap, akan menambah pemasukan bagi Kota Pekanbaru.
“Seperti pajak (Minol), bisa pajak reklame, hiburan, bisa pajak parkir, atau retribusi parkir. Bagaimana kita meningkatkan PAD. Kita akan panggil semua pengelola agar membawa kelengkapan administrasi,” tegasnya. (mal, ckc)

Comments

Berita Terbaru