oleh

Siswi SD Digilir 8 Orang Rekan Setelah

HALUANRIAU.CO (SIAK)- Malang benar nasib yang dialami gadis yang masi duduk disalah satu Sekolah Dasar (SD) di Perawang Kecamatan Tualang Kabupaten Siak, sebut saja nama nya Bunga (14).

Bunga (14) dicabuli oleh rekan nya di Gedung Olah Raga (GOR) Tualang yang berada dijalan raya Km 10 Perawang, ironis nya Bunga digilir 8 orang rekan nya secara bergantian.

Delapan orang remaja tersebut sebagian masi berstatus pelajar, mereka adalah : R(14), Z(17), D(17), FK(15) dan empat orang pelaku lain nya yaitu remaja putus sekolah A(18), HD(20), DS(18) dan A(20) yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dan dilakukan penahanan di Mapolsek Tualang.

Kapolres Siak AKBP Doddy F Sanjaya SH SIK melalui paur humas Bripka Dedek Prayoga mengatakan, ” kasus tersebut sedang diproses pihaknya, yakni Polsek Tualang dan berkordinasi dengan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Siak ucap Dedek”.

Dijelaskan nya, sebelum melakukan aksinya para remaja tersebut mencokoki korban dengan lem cap kambing, setelah korban mabuk dan play mereka (pelaku,red) menyetubuhi korban secara bergantian sebayak 8 orang pelaku. Pencabulan tersebut dialami bunga selama dua hari secara berturut turut yakni hari Jumat (10/01) dan Sabtu (10/01) pada sore hari sekira pukul 16:00 Wib.

Kejadian pahit yang dialami bunga tersebut diketahui orang tua korban keesokan harinya, dimana orang tua korban melihat ada yang aneh dengan sikap anaknya. Setelah dipaksa ibunya untuk menceritakan apa yang terjadi akhirnya bunga menceritakan kejadian pahit yang dialaminya selama dua hari belakangan. Spontan ibu korban marah dan menangis mendengar pengakuan anak nya, dan ibu korban beserta keluarga lain nya melapor ke Polsek Tualang jelas Dedek.

Mendapat laporan tersebut Kapolsek Tualang Kompol Pribadi SH memerintahkan kanit Reskrim IPDA Ichsan untuk menangkap para pelaku yang semua nya remaja warga Perawang.

Para pelaku bakal dijerat pasal 81 ayat (1) dan ayat(2) UU RI NO.17 tahun 2016, tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU nomor 23 tahun 2002 tentang peradilan anak pungkas Kompol Pribadi.

 

 

 

Reporter: Dolly Sandro

Comments

Berita Terbaru