oleh

Wagubri Imbau Pemerintah Daerah Serius Penecegahan Karhutla

HALUANRIAU.CO (PEKANBARU)-Pemerintah Provinsi Riau, telah menghinbau kepada seluruh Kabupaten Kota untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang mulai mengancam di beberapa daerah. Selain itu pemerintah daerah juga lebih serius melakukan pencegahan terjadinya karhutla.

“Sekarang ini penanganan karhutla di kabupaten dan kota se Riau, jauh lebih baik daripada sebelumnya. Hal ini tentunya harus menjadi motivasi bagi semua pihak untuk meningkatkan lagi kesiapsiagaannya dalam menghadapi karhutla di Riau,” ujar Wagubri,?Edy Nasution.

Keseriusan penanggulangan karhutla di Riau pada tahun ini, telah mulai nampak dengan diamankannya 12 terduga pelaku karhutla oleh Polda Riau. Ini pun dilakukan atas kerjasama semua pihak termasuk TNI.

“Kolaborasi antara TNI/Polri di Riau patut diacungi jempol. Sebab, sinergitas yang dibangun di lokasi karhutla bersama BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah), Manggala Agni dan masyarakat peduli api sangat terbangun dengan baik,” jelas mantan Danrem 031 WB ini.

Sementara itu, kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD Riau, Edwar Sanger mengatakan, bahwa saat ini kondisi api di lokasi lahan yang terbakar sudah padam. Satgas saat ini melakukan pendinginan, bahkan hampir sebagian besar wilayah Riau diguyur hujan dalam beberapa hari belakangan ini.

“Untuk kondisi di provinsi tetangga, seperti Jambi dan Sumatera Selatan, dari hasil koordinasi kami dengan Kalaksa BPBD di sana kondisi sedang hujan. Bahkan di dua provinsi tersebut mengalami banjir. Kami terus melakukan upaya pencegahan agar karhutla tak meluas di Riau,” kata Edwar Sanger.

Lebih jauh dikatakan mantan Pj Walikota Pekanbaru ini, Pemprov Riau saat ini, memiliki monitor cerdas yang canggih untuk memantau titik panas dan titik api di Riau. Alat bernama Mondopet tersebut dapat terintegrasi dan bisa menampilkan titik api dan panas, serta lokasi keberadaan petugas terdekat serta titik air yang bisa memantau titik api. Alat tersebut merupakan bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Dari tahun 2017 diajukan, dan terealisasi 2018 dan sudah diujicoba tahun 2019 lalu.

“Alat yang kami ajukan tersebut bantuan dari BNPB, saat zaman almarhum Pak Dr Sutopo Purwo Nugroho. Tahun ini, alat tersebut bisa kita digunakan secara maksimal untuk melakukan pemantauan terhadap karhutla di Riau,” katanya.

Dengan adanya alat tersebut, pihaknya bisa memonitor secara langsung jika terdapat titik api dan panas di Riau. Kalau ditemukan ada titik hotspot, maka pihaknya juga bisa langsung mengetahui petugas mana yang paling terdekat dari lokasi, baik itu kantor kepolisian sektor, koramil atau juga kantor BPBD setempat.

“Jadi bisa langsung kita informasikan langsung ke petugas terdekat untuk menuju lokasi guna melakukan pemadaman. Melalui alat tersebut, juga bisa dicek sumber air terdekat berikut ketersediaan airnya,”tutupnya.

 

 

 

Reporter: Nurmadi

Comments

Berita Terbaru