oleh

Dugaan Korupsi di PT PER Senilai Rp1,2 M Jaksa Rampungkan Penyelidikan Lanjutan

HALUANRIAU.CO (PEKANBARU)- Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru telah merampungkan proses penyelidikan lanjutan dugaan korupsi di PT Permodalan Ekonomi Rakyat (PER). Dalam waktu dekat, Jaksa akan melakukan gelar perkara untuk memastikan kelanjutan penanganan perkara.

Sebelumnya, perkara ini telah menjerat tiga orang tersangka. Mereka adalah Irfan Helmi, mantan Pimpinan Desk PMK PT PER, dan Irawan Saryono, salah seorang Ketua Kelompok Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang menerima dana kredit dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Riau itu. Seorang tersangka lainnya adalah Rahmawati, Analisis Pemasaran PT PER.

Ketiganya telah dijebloskan ke penjara sejak 25 November 2019 lalu, dan penanganan perkaranya telah dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU). Tahap II itu dilakukan pada Kamis (23/1) kemarin.

Ternyata, proses pengusutan tidak berhenti pada tiga orang yang disebutkan di atas. Itu ditandai dengan adanya penyelidikan lanjutan perkara tersebut.

Dikonfirmasi, Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Pekanbaru, Yuriza Antoni mengatakan, pihaknya telah melakukan klarifikasi terhadap pihak terkait. Adapun nama-nama yang telah dimintai keterangan diyakini tidak jauh berbeda dengan yabg sebelumnya.

Tidak hanya itu, dokumen yang berhubungan dengan perkara itu juga telah dipegang penyelidik. “Iya, sudah rampung,” ujar Yuriza kepada Haluan Riau, Kamis (13/2).

Selanjutnya, kata dia, tim penyelidik akan melakukan gelar perkara. Itu dilakukan untuk memastikan kelanjutan penanganan perkara, berlanjut atau dihentikan.

“Jika nanti tim menyimpulkan adanya peristiwa pidana, tentu perkara ini akan kita tingkatkan ke tahap penyidikan,” tegas mantan Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejari Lingga, Kepulauan Riau (Kepri) itu seraya mengatakan, gelar perkara itu akan dilakukan dalam waktu dekat.

“Dalam waktu dekat ini kita akan ekspos (gelar perkara,red),” tutup Yuriza Antoni.

Diketahui, pengusutan perkara ini dilakukan berdasarkan laporan manajemen PT PER ke Kejari Pekanbaru. Kredit yang diusut adalah penyaluran kredit bakulan atau kredit kepada UMKM pada Kantor Cabang Utama PT PER.

Diduga terjadi penyimpangan atas penerimaan angsuran pokok dan bunga pada tujuh perjanjian kredit atas nama tiga mitra usaha terkait perjanjian kredit sebesar Rp1.298.082.000, atas pencatatan laporan nominatif kredit 31 Desember 2014 hingga 31 Desember 2017.

Nilai tersebut kemudian menjadi kerugian keuangan negara berdasarkan hasil audit yang dilakukan auditor Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Riau.

 

 

 

Reporter: Dodi Ferdian

Comments

Berita Terbaru