oleh

Kecelakaan Helikopter di Papua, 10 Jenazah Sudah Teridentifikasi

HALUANRIAU.CO, PAPUA – Sebanyak 10 dari 12 jenazah korban kecelakaan helikopter Mil Mi-17 di kawasan Pegunungan Mandala, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, sudah teridentifikasi.

Danrem 172 PWY Kol Inf Binsar Sianipar mengatakan jenazah bisa teridentifikasi dari pakaian yang dikenakannya.

“Namun, untuk memastikan nanti tim DVI Polda Papua yang akan memastikannya,” kata Kol Inf Sianipar dilansir dari Antara, Sabtu (15/2/2020).

Kol Inf Sianipar mengaku masih berada di Oksibil untuk memimpin langsung proses evakuasi korban. Ia menyebut tim evakuasi yang berjumlah 30 orang tak mengalami kesulitan saat mengidentifikasi jenazah korban.

Dari data yang dihimpun, terungkap 10 jenazah yang sudah teridentifikasi yaitu Lettu CPN Ahwar (Copil), Serda Dita Ilham, Kapten CPN Bambang (flight engeneer), Kapten CPN Haris Afik (pilot), Serka Suryatna (T/I), Pratu Asharul (mekanik), Prada Sudjono Kaimudin (tamtama penempak senapan 2), Pratu Yanuar (tamtama bantuan senapan otomatis), Pratu Risno (tamtama penembak senapan 1/GLM) dan Prada Tegar (tamtama penembak senapan 4). Sedangkan yang belum teridentifikasi saat ditemukan yaitu Sertu Ikrar dan Praka Dwi Pur (mekanik).

12 Jenazah penumpang dan awak helikopter Mil Mi-17 telah dievakuasi ke Oksibil, Ibu Kota Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua. Mereka selanjutnya diterbangkan ke Sentani.

Kol Inf Binsar Sianipar bersyukur evakuasi berhasil dilakukan dan jenazah saat ini sudah diterbangkan dengan menggunakan cassa milik TN-AU. Setibanya di Sentani, jenazah akan langsung dibawa ke RS Bhayangkara untuk dilakukan identifikasi secara lengkap.

Helikopter buatan Mil Helikopter, Rusia, itu diketahui tergabung pada Pusat Penerbangan TNI AD dan menerbangkan 12 penumpang termasuk lima anggota Batalion Infanteri 725/WRG dan dilaporkan hilang dalam penerbangan Oksibil-Sentani, sejak 28 Juni 2019 lalu. (sumber:merdeka.com)

Comments

Berita Terbaru